Tampilkan postingan dengan label JEJAK BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JEJAK BUKU. Tampilkan semua postingan

[REVIEW BUKU] Winter In Tokyo

Penulis: Ilana Tan
 
Penerbit: Gramedia
 
ISBN: 978-979-22-3983-6
 
Cetakan 1: Agustus 2008
 
Tebal: 320 Halaman
 
MyRate: 4/5
 
BLURB
 
Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana yang berbeda. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan dan bisa diandalkan.
Perlahan-lahan—mungkin sejak malam Natal itu—aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan  sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.
Keiko tentang Kazuto

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.
Kazuto tentag Keiko

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun terbentuk. Lalu segalanya berubah. Suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya….
 ***

“Orang yang membutuhkan perubahan suasana biasanya ingin melupakan sesuatu. Bukankah begitu?” Hal. 63

Selama tiga belas tahun, Keiko menunggu cinta pertamanya. Ia tidak tahu seperti apa dan dimana seseorang yang sudah menemukan kalungnya di sekolah, saat musim dingin. Namun, pesona dan senyum hangat dari seseorang itu diam-diam menumbuhkan perasaan lain di hati Keiko. Ia bertekad untuk menemukan cinta pertamanya karena ia yakin, suatu saat akan bertemu dengan pria itu.

Kazuto, seorang Photografer dan pelukis itu, baru saja tiba di Tokyo setelah menempuh perjalanan dari New York. Mungkin, menjauh adalah cara terbaik untuk melupakan perasaannya kepada seseorang yang selama ini dia cintai. Sialnya, gadis yang dicintai Kazuto akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Kazuto memilih Tokyo untuk menenangkan pikirannya. 

Mereka dipertemukan dalam sebuah apartemen yang berada di salah satu kota Tokyo. Kamar mereka bersebelahan. Di apartemen itu pula, Kazuto merasakan kehangatan kebersamaan untuk pertama kalinya bersama orang asing. Haruka, kakek Osawa, Tomoyuki, dan Keiko. 

“Dia lahir lima menit setelah kakak kembarnya. Dia tidak bercita-cita menjadi model. Dia senang bekerja di perpustakaan, suka membaca buku, suka mengomel dalam bahasa Indonesia, dan suka menonton balet. Pikirannya juga suka melantur ke mana-mana. Dia takut gelap dan tidak bisa memasang bola lampu...” Hal. 278

Selama sebulan kebersamaan saling mengenal antara Keiko dan Kazuto, ada banyak kejadian kecil yang membuat mereka mengenal satu sama lain. Namun, di saat itu pula pada musim dingin, Keiko bertemu dengan cinta pertamanya. Bagaimana dengan Kazuto? Akankah dia bisa menyatakan perasaannya pada gadis yang takut gelap itu, sesaat setelah Kazuto mengalami kecelakaan? 

“Seharusnya ia tahu. Seharusnya ia sadar. Mimpi tidak akan bertahan lama. Ia boleh saja hidup dalam mimpi, tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk. Dan ketika kenyataan mendesak masuk dan berhadapan denganmu, kau hanya bisa menerimanya.” Hal. 256

Dua jempol deh buat novel ini. Gila, aku suka bangeeet. Ketinggalan sih memang, soalnya baru berjodoh dengan buku Ilana Tan. Ini juga kali pertama bagiku membaca karya Ilana Tan. Sebenarnya, nama penulis udah nggak asing di telingaku, begitu juga saat film Wnter In Tokyo launching bulan Agustus lalu. Tapi, aku lebih suka baca bukunya, meskpun filmnya nggak kalah seru sih sebenarnya. Hehehe

Pertama, aku sangat menyukai alur dalam novel ini. Penulis sangat keren banget deh mendeskripsikan situasi pada tokoh masing-masing. Yang namanya novel romance, kejadian konyol dan hal-hal kecil bisa membawa readers senyam-senyum saat membacanya. Nah, apalagi dengan karakter Keiko, duh gemesin banget.

Kalau aku jadi Keiko, aku bakal bingung milih Kazuto apa cinta pertamanya. Soalnya dua-duanya kereen banget, hehehe. Tentu saja, penulis dengan lihai menumbuhkan konflik di antara mereka. Yang saat membacanya, perasaanku campur aduk, gemes, sedih, deg-degan, duh pokoknya campur aduk

Aku paling suka baca novel yang tokoh utamanya penyuka buku dan hobby membaca, sama nih kayak Keiko, apalagi dipadukan dengan Kazuto yang seniman dan terkesan misterius gitu. Oiya, pria cinta pertama Keiko, sebenarnya, masih membuatku penasaran sampai saat ini. 

Penulis menggunakan sudut pandang ketiga serba tahu. Well, aku juga menyukai jenis sudut pandang ini, dan menariknya, seolah penulis menjadi bagian dari cerita ini, maksudku, saat readers membacanya, menyelami kisah dalam novel ini, terasa nyata. 

Untuk ending, beneran deh aku masih mau baca, tapi udah habis. Tuh kan jadi ketagihan baca. Hihi…

“Kalau laki-laki sudah tidak suka pada seorang wanita, laki-laki itu tidak akan menemuinya lagi, tidak akan menghubunginya lagi.”

Adegan yang sempat membuatku kaget itu saat kedatangan gadis masa lalu Kazuto yang masih disukainya itu datang dari New York dan saat Kazuto mengalami kecelakaan di waktu yang tidak tepat. Kimplit dah. Penasaran kan readers kelanjutannya?

“Kau selalu bisa menangis di bahuku kalau memang mau.” Hal. 175

Buku ini aku recommended bagi kamu yang menyukai novel romance dan metrotop. Melalui buku ini, readers akan di ajak tuh jalan-jalan menyusuri suasana Winter di Tokyo. Hihi

“Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?” Hal. 68

 selamat membaca :)
selamat jatuh cinta :)))
 

[REVIEW BUKU] 17.17 By Sheva




Judul buku: 17.17

Penulis: Sheva

Penerbit: Grasindo

ISBN: 978-602-375-377-2

Cetakan 1:  Maret 2016

Tebal: 192 halaman
MyRate: 3/5 



BLURB

Aku senang melihat angka-angka berdampingan dengan selaras, ketika ada banyak probabilitas yang bisa menunjukkan angka yang berbeda. Pada akhirnya, ada angka yang sama bertumpu pada satu titik. Sebelas dengan sebelas. Nol dengan nol. Tujuh belas dengan tujuh belas.

Raka dan Sara bertemu pada hari yang serba ganjil. Pada hari ketiga dalam suatu minggu di sebuah ruang tunggu wawancara. Di antara hujan deras serta lampu padam, menambah kenahasan hari keduanya yang gagal mendapat kerja.

Rupanya benar apa kata orang: bahwa jawaban ditemukan pada proses perjalanan. Raka dan Sara menemukan sesuatu yang menggenapkan hari mereka yang ganjil, di sela-sela musik, canda tawa, dan riuhnya Ibu Kota. Keduanya menikmati Jakarta yang sibuk. Menyusuri tiap jalan seolah waktu berjalan begitu lamban. Raka dan Sara mengobrolkan apa saja, sepanjang itu menahan kebersamaan mereka.

Akan tetapi, malam tidak pernah datang terlambat. Hari akan segera usai. Dan, di atas segala ketidakpastian yang ada di muka bumi, akankah keduanya bertemu kembali suatu hari nanti?
And My Review
"Jangan cepat menyerah. Ingat, rendang dimasak paling lama, tapi rendang jadi makanan paling dicari dibandingkan ikan goreng. Semua punya pesona sendiri, jangan cepat-cepat menyerah sebelum kita membuktikan diri." hal. 10
Semua bermula dari tes wawancara. Dua orang asing bertemu yang tinggal berjauhan. Menghadapi dunia pekerjaan yang memang tidak mudah. Dimulai dari banyaknya tes termasuk psikotes dan ketatnya persaingan.
Sara ingin sekali membahagian ibunya yang single parent. Dengan motivasinya yang tinggi, Sara berusaha percaya diri. Berbeda dengan Raka, pria ini seperti tidak memiliki tujuan hidup. Raka hanya menyukai drum dan pernah bergelut di bidang ini, namun kemajuan yang dirasa lambat dan tidak ingin membebani kakaknya, Raka berusaha mencari kerja di tempat di mana sara akan melakukan tes wawancara.
"Kadang selain kesempatan, kita juga butuh keberuntungan. Dan kadang, keberuntungan nggak datang hanya dari diri sendiri. Tapi, juga datang dari orang lain." Hal. 114
Sebagai mahasiswa tingkat akhir, aku begitu menikmati atmosfer kisah di novel ini. Pada kenyataannya, apa yang terdapat dalam kisah Raka dan Sara memang lekat dengan kehidupan sehari-hari, apalagi menyangkut dunia kerja setelah wisuda. 
Faktanya, nggak semudah itu mendapatkan pekerjaan. Setelah menjadi alumni, kita akan disibukkan dengan lamaran-lamaran pekerjaan. Melalui tahapan-tahapan itu, secara tidak sengaja Sara bertemu dengan Raka. 
Apa tidak terlihat aneh, jika sesaat sebelum melakukan tes, seseorang meninggalkan ruangan tes? Begitupun Sara. Itulah yang membuat Raka penasaran. Di sisi lain, aku menyukai karakter Sara yang tidak mudah percaya kepada oranglain, termasuk Raka.
Melalui buku ini, aku menebak penulis cukup realistis. Pertemuan-pertemuan antara Raka dan Sara sangat masuk akal. Kedua tokoh meskipun berbeda karakter, memiliki chemistry tersendiri. Apalagi ada beberapa kesamaan yang dimiliki Sara dan Raka, dan ini yang membuatku menyukai kedua tokoh ini.
Tak ada konflik yng rumit di kisah ini, sangat pas untuk bacaan santai readers di rumah. Lagi, sudut pandang berganti antara tokoh Sara dan Raka cukup menarik perhatianku. Dengan sudut pandang ini, aku bisa tahu pikiran masing-maisng kedua tokoh. 
Buku 17.17 merupakan karya Sheva yang pertama kubaca. Kabarnya, ada karya Sheva sebelumnya, Blue Romance. Ah setelah baca buku ini, aku jadi penasaran baca buku Sheva yang lain. 
Jejak yang ditinggalkan buku ini adalah sebuah pertanyaan tentang passion, mimpi dan realita. Cukup berat rasanya, mengingat kisah ini tak jauh dari kehidupan mahasiswa, seperti yang kualami saat ini. 
 So, if u're looking easy book to read, telling 'bout something work world after graduated, i think, this is one of book that you're wanted. 

Happy Reading :)

[REVIEW BUKU] ROMA A Love Story By Pia Devina





Judul: ROMA
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Editor: Cicilia Prima
Cetakan 1: Agustus 2016
ISBN: 978-602-375-653-7
Myrate: 3.8/5
Tebal: iii+194




BLURB
 

Chaelinda Noemi.

Sejak awal, aku tidak yakin bisa merestui pernikahan mama dan Terenzio Lambardi, seorang pria berkebangsaan Italia. Tapi, demi kebahagiaan mama, haruskah aku tetap bersikap egois? Aku ingin mama bahagia. Mengiyakan rencana pernikahan yang akan berlangsung di Roma­­ dan mau tidak mau membawaku serta ke Kota Abadi itu.


Maurizio Folliero.

Sejak awal, gadis itu tidak tampak menyenangkan. Dingin dan menjaga jarak. Sialnya, aku memerlukan bantuannya untuk membebaskanku dari hukuman yang diberikan orangtuaku. Yang benar saja, aku kan bukan anak kecil lagi. Bersama dengannya ke Ostia Lido, memulai segalanya. Ternyata gadis itu memerlukan pertolongan.


Ryan Watkins.

Sejak awal, gadis itu terlihat murung. Kakinya terluka karena menubruk tubuhku. Aku ingin menolongnya. Bukan hanya karena kakinya yang terkilir, tapi karena mendung yang membayangi wajahnya. 

***
“Kalau perempuan marah, mereka bisa bertindak gila daripada laki-laki. Jangan lupakan itu.” Hal. 75

Menjadi anak yang protective terhadap orangtua apalagi terhadap ibu itu wajar kan? Apa yang dialami oleh Chal serupa dengan ini. Menyaksikan pernikahan ibunya yang gagal untuk kedua kali tentu menyisakan kepedihan di hati Chal. Yang diinginkan Chal hanya ingin melihat ibunya bahagia.

Memiliki keluarga yang tidak utuh sejak perceraian orangtua Chal, namun untuk urusan kasih sayang, Chal tidak kekurangan. Hanya saja, masalah kemudian muncul saat Ibu Chal, Ermina meminta Chal merestui hubungan mereka. Pria berkebangsaan Italia. Akankah Chal menyetujui pernikahan ibunya, sementara sesuatu telah membuat keraguan dan kecurigaan Chal bertambah?

Kisah cinta pun terjalin saat Chal hendak menelusuri seluk-beluk calon suami ibunya. Di Roma, di kota abadi itu, Chal bertemu dengan Maurizio. Seperti apa perjalanan mereka yang sama-sama mencari jalan keluar akan permasalahan masing-masing?

***
Buku Roma merupakan karya Pia Devina yang pertama kali kubaca. Senang sekali bisa berkenalan dengan penulis melalui karya-karyanya. Di buku ini, readers akan menyelami keindahan kota Roma. Saat membacanya aku sangat menikmati suguhan kota Roma yang begitu eksotis. 

Membaca novel serial love city itu memang mengasyikkan yah readers, selain menyelami setiap sudut kota, kita juga akan terbawa oleh setiap kisah di buku ini.

Sebagai seorang ibu, tentu prioritas anak menjadi utama. Begitupun Ermina. Profesi sebagai penulis dan jatuh cinta dengan pria berkebangsaan Italia. Di bagian ini, penulis cukup teliti meninggalkan kepingan teka-teki untuk konflik yang terjadi di Roma. Well, aku deg-degan dan mengira-ngira saat membaca bagian ini. Mungkinkah pria berkebangsaan Italia itu sesuai dugaan Chal? 

Untuk kisah asmara Chal sendiri aku senyam-senyum saat membacanya. Chal yang terkesan dingin, dan Maurizio yang cuek tapi peduli. Kehadiran Ryan Watkints sebenarnya menambah daya tarik akan kisah Chal, hanya saja penulis kurang memberikan detail terhadap Ryan, seakan berlalu saja. Padahal, jika bagian Ryan lebih detail mungkin aku akan bingung, milih Maurizio apa Ryan yah? Hihihi

“Aku bisa tahu kapan kau berbohong dan kapan tidak. Hebat, bukan?” Hal. 161

Sudut pandang yang digunakan bergantian antara Chal dan Maurizio. Belakangan ini aku banyak membaca yang kebetulan menggunakan sudut pandang seperti ini. Rasanya berbeda ketimbang menggunakan sudut pandang lain. Readers akan mengetahui perasaan dan pemikiran kedua tokoh secara bergantian. 

Saran untuk penulis, sebisa mungkin diperbanyak lagi bahasa Inggris atau bahasa Italianya di buku ini. Pasti bakal keren dan cool gitu. Hihi Itung-itung nambah knowledge bahasa dikit selain suguhan kota Roma yang memiliki colosseum yang historis banget. 

Afterall, I love this book. For romance lover, young and adult, I recommend this book to you.

Happy reading :) 

[REVIEW BUKU] Memori Untuk Ibu



Judul: Memori Untuk Ibu

Penulis: Hadi Winata

Penerbit: Aksara Aurora

ISBN: 978-602-60199-9-8

Cetakan I: Oktober 2016

My Rate: 3.8/5

Tebal: 137 Halaman


"Lepaskanlah, Ikhlaskan kepergian ibumu. Tumpahkan tangismu seperti aku menumpahkan airku dengan deras. Alirkan ke tempat yang jauh, hilangkan rasa sesak itu. Seperti aku mengalirkan semua air-airku yang banyak itu ke ngarai-ngarai yang jauh lagi luas. Menangislah, tak apa. Jika dengan menangis itu dapat membuat jiwamu lebih damai." Hal. 52

Kemiskinan adalah suatu kenyataan yang kerap membuat hati miris sekaligus sedih. Hidup seorang anak remaja yang telah lama ditinggal oleh ayahnya, telak membuat ia hidup serba kekurangan. Namun, hadirnya sosok ibu yang dimiliki, membuatnya tetap tegar dan kukuh melanjutkan pendidikan.

Namanya Hamid. Sekolah di pesantren tentu membuatnya lebih dekat dengan islam. Hampir saja Hamid, menghentikan sekolahnya. Namun, sosok ibu yang dimiliki begitu semangat mendukung Hamid melanjutkan sekolah.

"Agar kita bisa keluar dari jerat kemiskinan, satu-satunya jalan keluar ialah pendidikan. Dan pendidikan harus ditempuh dengan segala daya dan upaya!" Hal. 14

Bagaimana pun, Allah memiliki kehendak lain. Kepulangan ibu tercinta, menyisakan kesedihan kepada Hamid. Sanggupkah Hamid yang masih remaja itu melewati ujian demi ujian yang dihadapinya?
Lalu, bagaimana kisah Hamid setelah berjuang melanjutkan pendidikan ke Pesantren hingga menjejakkan kaki di New York? 

***

Hallo readers, senang sekali mendapat kesempatan membaca karya kak Hadi Winata ini. Juga pertama kali bagiku membaca buku terbitan Penerbit Aksara Aurora. 

Dari judulnya, aku tertarik membaca buku ini. Tentang ibu, siapa yang nggak punya kenangan dengan ibu? semua pasti punya kan readers. 

Yang menarik dari novel ini karena alur cerita yang dimiliki juga kisah yang menurutku sudah jarang diangkat oleh novel-novel teenlit lainnya. Aku kagum sekaligus merasakan kesedihan yang dialami oleh tokoh utama, Hamid. Terjerat dalam kemiskinan memang tidak mudah kan? 

Sentuhan keluarga dalam novel ini kerasa banget. Bagaimana seorang ibu rela menghabiskan waktunya hanya untuk menyekolahkan anak-anaknya. Juga kehadiran mang Indra, saudara Ibunya Hamid, sangat mendukung alur dalam novel ini.

Oiya selain menceritakan kisah Hamid, yang menjadi ciri khas novel ini adalah kehidupan sebagai santri. Saat menjadi santri, Hamid dan kakaknya bertekad menghafal al-quran dengan niatnya yang waw sangat membuatku terharu. 

Etss,, ada kejutan loh dalam novel ini. Bagaimana Hamid bisa menjejakkan kakinya di New York, dan sebuah fakta yang baru diketahui Hamid saat sampai di sana.

Untuk bahasa yang digunakan, aku suka banget. Sederhana tapi sarat akan makna, apalagi novel ini bergenre islami. So, sedikit banyaknya, sebagai readers seolah kita dibuat merenung.

Hanya saja, ada beberapa typo yang kutemukan di buku ini. But, nggak mengganggu sama sekali kok. Oiya saran untuk penulis, detail tentang kehidupan ibu kurang banyak disinggung, padahal aku sangat penasaran dengan bagian ini, sampai nangis-nangis malah pas baca di awal-awal. Mungkin, tambahan flashback akan memperkaya alur dalam buku ini. (efek suka baca novel yg bxk flashbacknya barangkali yah hihi)

After all, buku ini recomended banget untuk dibaca. Selain karena genrenya yang islami, pesan moral dari novel ini kerasa banget. Seakan mengenang kembali sosok seorang ibu. For my mom, i love you :)


[REVIEW] CERITA HOROR KOTA




JUDUL: CERITA HOROR KOTA

PENERBIT: PLOTPOINT PUBLISHING

CETAKAN 1: JULI 2013

ISBN: 978-602-9481-51-8

PENULIS: DITULIS OLEH 10 PENULIS
(ANASTASYE, DWITASARI, FAISAL ODDANG, MARDIAN SAGIANT, MB WINATA, MITHA SBU, M. RIVAI, PUTRA ZAMAN, REXY, RINA KARTOMISASTRO, SUSI RETNO JUWITA

MY RATE: 3.5/5


BLURB

Rasa takut tak membuat ciut cerita-cerita horor dalam buku ini, justru merekatkan hubungan antarpenghuni sebuah kota. simak bersama, nikmati di tengah kehangatan. Sebab, cerita horor, seperti halnya cerita cinta, adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi sebuah kota.

Sebelas cerita dari sembilan kota di Indonesia ini bercerita tentang: penyamaran di sebuah museum, kehilangan teman-teman dalam sebuah pendakian, pembalasan dendam yang kebablasan, hujan panas yang memancing keluarnya makhluk bukan manusia, pembuatan vaksin yang berujung dengan pembunuhan berantai, pekerjaan kelompok petang di sekolah, penyerangan tentang seorang penjaga makam, kunjungan pewaris takhta perusahaan ke daerah pelosok, imbalan sebuah ilmu pesugihan, desa gaib di tengah hutan, dan kebun anggrek cantik, namun misterius, yang butuh perawatan.

And my review... 

Masih dalam suasana Hallowen, membuat buku ini sangat pas dibaca di bulan November. Sebenarnya, aku agak berlebihan membaca genre romance melulu, untuk mencairkan suasana, genre horor rasanya pas banget. 

Berbeda dengan buku horor lainnya, buku ini sarat dengan mitos-mitos di setiap kota di Indonesia. Tentunya readers sering mendengar hal-hal yang berbau mistis di daerahnya kan? Nah di buku ini, cerita hantunya menurutku nggak mengada-ngada, berhubung karena latar tempatnya adalah yang akrab di telinga kita. 

Cerita yang ditulis Faisal Oddang dengan judul Orbituari Parakang. Readers tau kan apa itu parakang? yang dari Sulawesi pasti sudah akrab dengan nama ini. Parakang adalah jelmaan manusia jadi-jadian, biasanya mereka mengincar anak bayi yang baru lahir atau orang sakit. Memakan rongga tubuh mereka sampai habis. Yang menggunakan ini adalah seseorang yang mau kaya cepat, awet muda, dll. Percaya atau tidak, aku sering mendengar nama parakang di kampungku.

Bermula dari kisah Larakka. Tinggal di Wajo. Istrinya, Isuri sedang hamil tua. Saat itu, Larakka sangat cemas karena baru saja digegerkan oleh tetangganya yang meninggal, dugaan kuat karena habis dimakan parakang. Namun, Larakka tidak bisa mengetahui siapa Parakang itu di kampungnya. Akankah Larakka mampu menyelamatkan calon bayinya? Lalu, siapa gerangan parakang yang dicurigai itu?

Kisah lain tak kalah serunya datang dari Mardiant Sagiant dengan judul Rumah Taman Anggrek. Jujur saja, saat membaca ending cerita ini, aku deg-degan banget. Jika saja aku berada di posisi Krisan, aku nggak tahu lagi harus ngapain saat mengetahui misteri di balik rumah taman angrek itu. Keberadaan Tjanda Midi dan rumah angrek berlatar di Pontianak ini cukup membuatku bergidik.

Oiya kisah tentang kehilangan saat pendakian juga diceritakan oleh Putra Zaman. Tentang kehilangan seorang pendaki dan misteri Gunung Dempo. Tentu saja ini merupakan berita yang sering kita dengar. Di daerahku sendiri, terdapat gunung BawaKaraeng yang pernah memuat berita kehilangan. Entah apa yang menyebabkan. Namun, saat membaca bagian kisah ini, aku jadi tahu sisi misteri saat mendaki gunung. 

Masih ada delapan cerita lainnya menunggu untuk dibaca oleh teman-teman. Aku suka dengan gaya bahasa yang digunakan, mudah dimengerti dan cukup membuat readers deg-degan. Penggambaran sosok misteri yang tidak terlalu mengada-ngada juga sangat infomatif untuk mitos-mitos setiap daerah.

So, untuk teman-teman readers buku ini recomended bagi kamu yang pecinta genre horor atau jenuh dan ingin mencari genre lain selain genre favoritnya.

Bukankah selain kita, juga ada makhluk tak terlihat??? hiiiiii

Happy Reading :)
 

[REVIEW] CINTA PANGERAN ES




Penulis: Dinni Adhiawaty



Penerbit: Kata Depan



Cetakan 1: 2016



ISBN: 978-602-6805-94-2



Tebal: 256 halaman



MyRate: 3.8/5




BLURB

Kaku, dingin, dan saat bicara selalu menyakitkan hati.Itu Andra, si Pangeran Es versi Cinta. Bertahun-tahun, Cinta mencoba melupakan kenangan buruk gara-gara si Pangeran Es. Bertahun-tahun Cinta mencoba membunuh perasaannya.

Tentu saja, itu tidak pernah berhasil. Dalam satu pertemuan tidak sengaja, Cinta langsung masuk lagi ke dalam harapan-harapan yang dia bangun sendiri. Dia bertanya-tanya, apakah harapannya mampu mencipta bahagia? Atau, justru akan lebih menyakitkan dari sebelumnya?

Pernahkan kamu melakukan semua hal untuk mendapatkan sebuah cinta yang sempurna? Pernahkah kamu merasa semakin hari, semakin sulit menggenapkan harapanmu?

Cinta pun merasa begitu. Untuk cintanya, untuk Pangeran Es, dia sudah melakukan semuanya. Namun, benarkah Cinta yang sempurna itu benar-benar nyata?

*

“Cinta memang membuatmu hilang akan rasa yang lain, bukan? Cinta juga membuatmu kehilangan logika.” Hal. 2
Gadis itu menaruh rasa suka yang amat dalam terhadap seorang pria yang memiiki sikap sedingin es. Namanya Cinta. Dia sudah menyukai pria itu sejak lama, meski usia terlampau di antara mereka, namun tidak membuat Cinta menyerah begitu saja.
Kenangan buruk saat masih SMP, jelas membuat Cinta mengubah penampilan fisiknya secara serius. Dan saat yang tak diduga itulah, dia kembali bertemu dengan Pria itu.
Namanya Andra. Pria yang cuek dan tak banyak bercerita itu, begitu mengabaikan Cinta. Meski hampir setiap hari mereka bertemu di rumah Bundanya sendiri. Putusnya Andra itu dengan kekasihnya membuka sedikit peluang kepada Cinta. Melalui perjodohan oleh sang bunda, Cinta berani menanggung resiko demi membuktikan ketulusunnya. Apakah cintanya akan terbalas setelah menikah? Atau justru kenyataan lain yang harus di hadapi Cinta saat mengetahui rahasia penting tentang pria pujaannya?
*
Ini kali pertama bagiku membaca karya Dinni Adhiawaty. Salut juga dengan buku yang pertama kali dipublikasikan di wattpad dan sudah dibaca 9 juta kali oleh pembaca. Benar-benar angka yang fantastis.
Kisah yang ada dalam novel ini memang mengasyikkan untuk ditelusuri. Pertama, aku sangat menyukai cover yang di desain simple namun, terkesan elegan. Kedua, judulnya membuat aku penasaran. Awalanya, aku mengira ini cerita fantasy, soalnya berjudul pangeran es. Ternyata, yang dimaksud oleh pangeran es sendiri itu adalah julukan kepada tokoh pria dalam novel ini.
Pria Pangeran Ee itu bernama Andra. Sebagai perempuan, siapapun yang berada di sisi Cinta pasti bakal greget dan mati penasaran. Yah, cowok yang menyebalkan, cool, dan cuek memang kadang menyita lebih perhatian kaum hawa. Awalnya, aku bertanya-tanya, apa sih spesialnya Andra hingga Cinta tergila-gila padanya. Begitu kali yah yang dinamakan cinta. Hehehe
Dalam hal penokohan, karakter kedua tokoh cukup menggigit. Apalagi sifat Cinta yang pantang menyerah memperjuangkan perasaannya, meski terkesan manja dan sedikit kekanak-kanakan, but well bukankah ada perempuan yang seperti ini? Hehehe
Alur yang ada dalam novel ini, adalah alur maju. So, sebagai reader sangat mudah mengikuti alur kisah dalam novel ini. Soal gaya bahasanya, aku suka. Ringan dan cukup kekinian.
Nah, untuk masalah konflik, aku terkesiap saat puncak konfliknya, penulis pandai memberikan kejutan tak terduga, terlebih lagi saat mengetahui penyebab mantan kekasih Andra yang meninggalkannya begitu saja. Oiya untuk tokoh antagonisnya, penulis sukses membuatku greget pengen ketemu tokoh antagonisnya terus labrak. Hahaha kebawa suasana jadinya.
Untuk masa lalu Cinta, aku merasa kurang greget dalam hal konfliknya. But afterall, I do really enjoy reading it.
Oiya buku ini recommended banget bagi readers yang suka genre romance, buku ini juga bisa jadi temanmu kala jenuh atau sekedar mengisi waktu luang. Just like I did.

“Untuk memperjuangkan cinta, aku tahu pasti banyak hal harus dipersiapkan. Dan, ikhlas adalah modal terbesar yang aku punya.” Hal. 42

 Happy reading :)

[Review] CRITICAL ELEVEN Karya Ika Natassa

Judul: Critical Eleven

Penulis: Ika Natassa

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-602-031-892-9

Tebal: 336

Cetak 1: 2015

MyRate: 4/5

Read by using app iJakarta


Blurb

"Membaca Critical Eleven? Tiga menit pertama yang menyenangkan, delapan menit terakhir yang mengesankan, dan hanya butuh kurang dari 11 detik untuk memutuskan bahwa ini adalah karya favorit saya dari Ika Natassa. Ika sebagai pilot, mengendalikan segalanya dengan sangat baik dan berakhir dengan super smooth landing impressive! I absolutely love this book! Romantic and uplifting. This book will succeccfully put a smile on your face and also make you think."
Ninit Yunita-Penulis

"Sebagai pencinta bandara tanpa tempat pulang yang tetap (dan benci terbang, seperti Anya), saya menemukan sekeping "rumah" di buku ini sejak halaman pertama. Ika bertutur dengan hangat dan memikat (dengan sentuhan yang "Ika banget") sehingga pembaca akan merasa dekat dengan sosok Anya dan Ale--sesuatu yang menurut saya sangat penting dalam sebuah cerita. Satu lagi: novel ini harus dibaca sambil minum kopi. You'll know why!"
Jenny Jusuf: Penulis dan Scriptwriter

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah Critical Eleven, sebelas menit paling kritis dalam pesawat-tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing. Karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umunya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way. I'ts kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah- delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah seseorang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

***
"Menjadi penumpang pesawat itu sebenarnya sama dengan menjadi kucing schrodinger yang pasrah di dalam kotak berisi kapsul sianida. Dan sampai era ketika sudah ada fasilitas wifi di pesawat, orang-orang di luar sana juga tidak tahu kabar kita bagaimana saat mendarat nanti." Hal. 7

Anya yang bekerja sebagai konsultan harus bolak-balik dari Indonesia ke luar negeri untuk urusan kerja. Anya sangat membenci terbang. Bukan karena masalah terbangnya, tapi masalah menyerahkan nasib di tangan oranglain dalam pesawat. Tiga menit awal saat take off dan delapan menit akhir saat lending adalah saat-saat menegangkan bagi penumpang pesawat karena rentang kecelakaan.

Saat Anya melakukan perjalan Jakarta-Sydney, ia bertemu dengan Ale. Beruntung kali ini Anya tidak duduk bersebelahan dengan om-om atau kakek-kakek, kali ini ia bersebelahan dengan seorang pria yang cool dan terkesan cuek. Anya yang tidak menyadari tertidur di pundak pria itu menjadi salah tingkah. Menit akhir sebelum lending mereka gunakan untuk mengobrol.

Ale adalah pekerja perminyakan di luar negeri. Hidup berbulan-bulan di tengah laut tanpa perempuan memang membuat laki-laki menjadi garing. Dua bulan setelah pertemuanya dengan Anya, membuat ia berani mengajak Anya ke warung favoritnya. Tujuh hari setelah bertemu, mereka langsung pacaran. Beberapa bulan setelahnya Anya dan Ale menikah. 

Kisah cinta yang terbilang unik. Anya nggak akan menyia-nyiakan waktu berharganya selama 31 hari dalam setahun saat kepulangan Ale.  Ale tipe suami romantis, meskipun jarang pulang ke Indonesia, ada hal yang membuat Anya tidak mempermasalahkan itu. Namun, saat keduanya menanti kehadiran seorang anak yang bahkan sudah diberikan nama, Aidan, mereka harus menelan pahit. Sebuah kenyataan yang mengubah kehidupan Anya dan Ale. Membuat Anya tidak lagi seperti biasa saat Ale berada di rumah. Jarak yang diciptakan Anya membuat Ale harus mengikuti permainan Anya. Tapi, sanggupkah Ale? 

*** 
"Istri itu seperti biji kopi sekelas Panama Geisha dan Ethiopian Yirgacheffe, Le. Kalau kita sebagai suami--yang membuat kopi--memperlakukannya tidak tepat, rasa terbaiknya tidak akan keluar."

Hello readers, have you read this book? this is my first time for me read Ika's book. It is great book and i was enjoy read it.

Critical Eleven merupakan karya ke-7 Ika Natasya. Membaca buku ini, aku jadi penasaran dengan karya-karya Ika yang lain. Ini kali pertama bagiku membaca karya Ika. Dan yap! I love this book.

Bermula dari kisah Anya yang melakukan penerbangan ke Sydney. Tidak sengaja bertemu dengan Ale yang juga memiliki urusan di luar negeri. Membaca buku ini membuatku senyam-senyum sendiri. Kisah Anya dan Ale sangat menarik perhatian. Nggak ada kisah yang bertele-tele saat mereka pacaran. Malah penulis menuangkan kisah mereka secara simple, justru terkesan unik. Momen saat pernikahan mereka pun sama. Bayangin aja hanya pacaran beberapa bulan, jarang ketemu, langsung menikah.

Nah kisah setelah mereka menikah ini yang membuatku nggak sabaran membacanya hingga akhir lembar. Aku menyukai gaya bahasa di novel ini. Easy to understand dan yang pastinya reades akan akrab dengan bahasa inggris dalam buku ini. Well, ada banyak istilah-istilah asing dalam buku ini, seperti kopi, nama beberapa ilmuan, job tentang konsultan dan perminyakan, all about them sangat informatif. Tuh kan aku jadi ikut-ikutan juga campur bahasa, hehehe

Sudut pandang yang digunakan oleh penulis bergantian. Yaitu sudut pandang Ale dan Anya. Menggunakan sudut pandang seperti ini memang unik, sebagai pembaca kita akan mengetahui isi pemikiran tokoh utama, Ale dan Anya.

Dalam buku ini, readers akan akrab dengan lika-liku kehidupan seseorang yang sudah berumah tangga. Apalagi setelah pernikahan mereka harus berpisah karena pekerjaan suami yang kebanyakan di luar daerah apalagi jika itu di luar negeri! sanggup nggak? hehe

Hal yang paling menguras emosi sebagai pembaca, yaitu konfliknya. Kehilangan sesuatu yang sangat dinanti-nantikan tentu sangat menyakitkan kan readers? begitupun yang dialami oleh Anya. Bayi pertama yang bahkan sebelum lahir telah meninggal dalam kandungan. Duka seorang ibu pasti berat kan readers? Tapi hal yang paling membuat Anya sakit hati dan membuatnya menjaga jarak dengan Ale, bukan hanya hal itu. Ada hal lain yang lebih menambah duka yang dialami Anya.

Alur dalam novel ini menggunakan alur maju-mundur. Redaers akan diajak menyelami kisah Anya dan Ale di masa lalu, tentang kehidupan Ale meninggalkan rumah dan tentang kehidupan Anya yang juga memiliki kisah tersendiri. Seperti membaca buku Tere Liye, meski alur maju-mundur pembaca nggak merasa dibolak-balik oleh sebuah kisah justru membuat readers membuat enjoy mengikuti kisah ini.
Oiya aku jamin saat readers baca buku ini, bakal jatuh cinta dengan sosok Ale. Wuihh tipe idaman banget. hahaha #baper. Tapi, sebaik-baiknya seorang pria, jika sudah menghadapi persoalan wanita pasti bakal menjadi rumit. Bisa nggak yah Ale mempertahankan hubungan mereka? Atau justru Anya akan benar-benar pergi dari kehidupan mereka? 

"Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita." Hal. 252
Complicated, but fun! Buku ini recomended banget bagi readers pecinta coffe, romance, curious about marriage life and the feeling about losing a baby, i recomend this book for you
Happy reading :) 

[REVIEW] LOST AND FOUND Karya Dy Lunaly

Judul: Lost And Found

Penulis: Dy Lunaly

Penerbit: Grasindo

ISBN: 9786023757077

Tebal: 243 Halaman

Cetakan 1: Oktober 2016

MyRate: 3.5/5




BLURB:


Setiap benda akan patah. Termasuk hati. Walau sudah delapan tahun berlalu, hati Illa masih patah dan jiwanya rusak. Sampai detik ini dia masih tidak memiliki kepercayaan diri untuk kembali berurusan dengan cinta. Bukan tanpa alasan, dia takut untuk kembali terluka, mental dan fisik.

Illa menjalani hidupnya dengan membuka sebuah toko bernama My Ex-Boyfriend di sudut jalan Braga. Toko yang menarik perhatian banyak orang karena tokonya khusus menjual barang pemberian dari mantan. My Ex-Boyfriend tidak pernah sepi membuat hidupnya cukup sibuk dan untuk sesaat dia berhasil melupakan sesuatu yang bernama cinta.
Hingga seorang pria tidak sengaja hadir dalam hidupnya.

Mungkinkah hati yang tidak hanya sudah patah melainkan berderai mampu kembali utuh?
Mungkinkah rasa percaya yang sirna karena pengalaman buruk mampu kembali untuk percaya?

Pada akhirnya, akankah tragedi menghasilkan bahagia?

***
"Dalam hidup nggak ada cinta yang mudah dan manis kayak di film-film. Semua yang berhubungan dengan cinta pasti rumit dan sering menghadirkan sakit. Tapi seandainya kita jatuh cinta sama orang yang tepat kerumitan dan rasa sakit itu worth it untuk diperjuangin." Hal. 126

Seorang perempuan yang memiliki toko My-Exboyfriend, sebuah toko yang diawali oleh blog dan tentunya dilatarbelakangi oleh trauma yang dimiliki oleh si pendiri toko tersebut. Uniknya, toko ini bukan toko biasa seperti butik, food, and anything for shopping. Toko My-Exboyfriend adalah toko khusus menjual barang-barang pemberian sang mantan, entah itu karena putus dengan mantan atau apapun asal benda kenangan dari sang mantan. 

Nama perempuan itu Illa. Trauma masa lalu telah membuatnya menutup hati kepada siapapun. Bukan hanya sekedar patah hati atau luka batin yang merusak kepercayaannya untuk jatuh hati kembali, akan tetapi perlakuan sang mantan di masa lalu benar-benar membuat Illa menjadi sangat paranoid. Setelah beberapa lama dalam keterpurukan, Illa berinisiatif mendirikan toko My-Exboyfriend yang dulunya hanya sebuah blog untuk mencurahkan isi hatinya. Meskipun Illa telah menemukan sesuatu untuk menyibukkan diri, tetap saja luka di hatinya belum sembuh.

Tak jauh dari tempat itu, ada sebuah kafe yang selalu didatangi Illa, di sana, Illa selalu memesan menu favoritnya, Mochacino dan aglio olio. Illa tidak pernah menyadari keberadaan seorang pria yang selalu memerhatikannya saat berada di kafe. Illa baru menyadari keberadaan pria itu saat ia mengunjungi toko Illa dan memesan semua album yang tidak bisa dikelolah oleh Illa. Pria yang diam-diam menyimpan perasaan kepada Illa. Namun, saat hati Illa mulai tersentuh oleh perhatian pria tersebut, Illa menjauh. Akankah Illa mampu melupakan trauma masa lalu yang membuatnya paranoid? Apalagi Danang, pria masa lalu berani mengancam keselamatan Illa. 

"Sekalipun kita sudah membuang atau menjualnya, kenangan selalu menemukan cara untuk kembali. Dan tidak juga pada ingatan karena seharusnya kita belajar untuk melupakannya. Jadi, di mana kita menyimpannya?"

*** 
Ini merupakan kedua kalinya bagiku membaca karya Dy Lunaly setelah My Wedding Dress. Buku pertama yang aku baca memang membuatku jatuh cinta kepada penulisnya. Buku kedua pun semakin menarik. Ada persamaan yang aku baca dari karya Dy, tokoh utamanya perempuan, berkisah seputar kisah cinta dan tentunya tak terlepas dari sebuah kenangan.

Membaca buku ini, readers akan digiring untuk menyelami kisah Illa yang memiliki trauma berat. Perlakuan Danang yang bukan hanya menyisakan luka batin, tetapi Danang telah menggunakan kekerasan. Untuk ukuran perempuan seperti Illa memang sangat wajar mengalami trauma seperti ini. 

Illa sebagai tokoh utama tidak terkesan manja, justru readers akan menemukan sosok ini sebagai perempuan yang mandiri, dan mengelola emosinya dengan baik, malah sampai membuka toko di jalan Braga. Oiya tempat ini menjadi latar utama dalam kisah Illa. Aku penasaran seperti apa tempat ini yang menjadi objek wisata kota Bandung.

Aku juga nge-fans dengan tokoh si pria yang diam-diam memerhatikan Illa. Agak berat juga sih meyakinkan Illa tentang perasaannya, sementara trauma yang dimiliki Illa justru memiliki efek terhadap pria itu. Kak Dy seperti biasa dalam karya-karyanya selalu membuat readers bertanya-tanya dari awal membaca buku ini. Seperti memberitahukan sesuatu, namun sengaja menyembunyikannya. 

 "Seperti inikah rasanya ditemani oleh seseorang? Saling diam dan seakan tidak melakukan apapun bersama tapi ada perasaan hangat yang menemani karena waktu itu dihabiskan bersama." Hal. 83
Selain tokoh di atas, beberapa karyawan Illa juga hadir sebagai pelengkap cerita. Aku salut dengan Dira, karyawan Illa yang selalu memberi motivasi. Juga kehadiran kak Reza, sepupu Illa yang rela menunda pernikahannya demi melindungi Illa dari Danang yang dianggap monster.

Bahasa yang digunakan sangat ringan, sangat cocok dibaca bagi readers penyuka romance. Apalagi bagi yang menyimpan kenangan di masa lalu, atau mungkin trauma yang nggak mau hilang. 

Oiya aku hanya merasa sedikit kurang srek dengan bahasa yang di pakai pria pemilik kafe, meskipun tipe cowok idaman, bahasa yang digunakan terasa formal, kata "saya" sementara Illa "aku" membuatku sedikit ganjal saat membaca novel ini. Dan untuk trauma yang dimiliki Illa mungkin akan lebih menarik jika penulis memberikan detail tentang penyakit/trauma dengan menghubungkan ke dunia medis untuk kasus yang dialami Illa.

Overall, aku sangat suka buku ini. Bagaimanapun penulis mencoba menyampaikan pesan tersirat tentang bagaimana menyikapi kenangan, #tsaaah

Selain trauma dengan mantan, akankah Illa mampu menghadapi kenangan lain setelah kematian kedua orangtuanya?

Mungkin nggak yah si pria pemilik kafe dan mantan arsitek itu menyerah setelah perlakuan Illa yang terlau paranoid?

so, bagi teman-teman buruan yuk baca bukunya, hhehe :) 

"Hidup itu nggak ada yang namanya nggak ada resiko, nggak ada konsekuensi atau kemungkinan buruk. Selalu ada masanya kita sedih, stres, bahkan mungkin kita jenuh..." Hal. 211

Happy Reading all readers :)
_______

Typo Detected

...Tapi, karena dia memang dia suka. Hal. 30 (double "dia" terasa ganjil)
SABTU DAN AKU bangun kesiangan. Hal. 71 (maksudnya?)
 baisa=biasa hal. 85
ngapin=ngapain hal. 234

Member of Stiletto Book Club

Komunitas Blogger Makassar

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Member of Warung Blogger

Warung Blogger

Member of Blogger Perempuan

Member Hijab Blogger

Free "Care" Day

Free "Care" Day