Tampilkan postingan dengan label Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan

[REVIEW BUKU] Winter In Tokyo

Penulis: Ilana Tan
 
Penerbit: Gramedia
 
ISBN: 978-979-22-3983-6
 
Cetakan 1: Agustus 2008
 
Tebal: 320 Halaman
 
MyRate: 4/5
 
BLURB
 
Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana yang berbeda. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan dan bisa diandalkan.
Perlahan-lahan—mungkin sejak malam Natal itu—aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan  sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.
Keiko tentang Kazuto

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.
Kazuto tentag Keiko

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun terbentuk. Lalu segalanya berubah. Suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya….
 ***

“Orang yang membutuhkan perubahan suasana biasanya ingin melupakan sesuatu. Bukankah begitu?” Hal. 63

Selama tiga belas tahun, Keiko menunggu cinta pertamanya. Ia tidak tahu seperti apa dan dimana seseorang yang sudah menemukan kalungnya di sekolah, saat musim dingin. Namun, pesona dan senyum hangat dari seseorang itu diam-diam menumbuhkan perasaan lain di hati Keiko. Ia bertekad untuk menemukan cinta pertamanya karena ia yakin, suatu saat akan bertemu dengan pria itu.

Kazuto, seorang Photografer dan pelukis itu, baru saja tiba di Tokyo setelah menempuh perjalanan dari New York. Mungkin, menjauh adalah cara terbaik untuk melupakan perasaannya kepada seseorang yang selama ini dia cintai. Sialnya, gadis yang dicintai Kazuto akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Kazuto memilih Tokyo untuk menenangkan pikirannya. 

Mereka dipertemukan dalam sebuah apartemen yang berada di salah satu kota Tokyo. Kamar mereka bersebelahan. Di apartemen itu pula, Kazuto merasakan kehangatan kebersamaan untuk pertama kalinya bersama orang asing. Haruka, kakek Osawa, Tomoyuki, dan Keiko. 

“Dia lahir lima menit setelah kakak kembarnya. Dia tidak bercita-cita menjadi model. Dia senang bekerja di perpustakaan, suka membaca buku, suka mengomel dalam bahasa Indonesia, dan suka menonton balet. Pikirannya juga suka melantur ke mana-mana. Dia takut gelap dan tidak bisa memasang bola lampu...” Hal. 278

Selama sebulan kebersamaan saling mengenal antara Keiko dan Kazuto, ada banyak kejadian kecil yang membuat mereka mengenal satu sama lain. Namun, di saat itu pula pada musim dingin, Keiko bertemu dengan cinta pertamanya. Bagaimana dengan Kazuto? Akankah dia bisa menyatakan perasaannya pada gadis yang takut gelap itu, sesaat setelah Kazuto mengalami kecelakaan? 

“Seharusnya ia tahu. Seharusnya ia sadar. Mimpi tidak akan bertahan lama. Ia boleh saja hidup dalam mimpi, tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk. Dan ketika kenyataan mendesak masuk dan berhadapan denganmu, kau hanya bisa menerimanya.” Hal. 256

Dua jempol deh buat novel ini. Gila, aku suka bangeeet. Ketinggalan sih memang, soalnya baru berjodoh dengan buku Ilana Tan. Ini juga kali pertama bagiku membaca karya Ilana Tan. Sebenarnya, nama penulis udah nggak asing di telingaku, begitu juga saat film Wnter In Tokyo launching bulan Agustus lalu. Tapi, aku lebih suka baca bukunya, meskpun filmnya nggak kalah seru sih sebenarnya. Hehehe

Pertama, aku sangat menyukai alur dalam novel ini. Penulis sangat keren banget deh mendeskripsikan situasi pada tokoh masing-masing. Yang namanya novel romance, kejadian konyol dan hal-hal kecil bisa membawa readers senyam-senyum saat membacanya. Nah, apalagi dengan karakter Keiko, duh gemesin banget.

Kalau aku jadi Keiko, aku bakal bingung milih Kazuto apa cinta pertamanya. Soalnya dua-duanya kereen banget, hehehe. Tentu saja, penulis dengan lihai menumbuhkan konflik di antara mereka. Yang saat membacanya, perasaanku campur aduk, gemes, sedih, deg-degan, duh pokoknya campur aduk

Aku paling suka baca novel yang tokoh utamanya penyuka buku dan hobby membaca, sama nih kayak Keiko, apalagi dipadukan dengan Kazuto yang seniman dan terkesan misterius gitu. Oiya, pria cinta pertama Keiko, sebenarnya, masih membuatku penasaran sampai saat ini. 

Penulis menggunakan sudut pandang ketiga serba tahu. Well, aku juga menyukai jenis sudut pandang ini, dan menariknya, seolah penulis menjadi bagian dari cerita ini, maksudku, saat readers membacanya, menyelami kisah dalam novel ini, terasa nyata. 

Untuk ending, beneran deh aku masih mau baca, tapi udah habis. Tuh kan jadi ketagihan baca. Hihi…

“Kalau laki-laki sudah tidak suka pada seorang wanita, laki-laki itu tidak akan menemuinya lagi, tidak akan menghubunginya lagi.”

Adegan yang sempat membuatku kaget itu saat kedatangan gadis masa lalu Kazuto yang masih disukainya itu datang dari New York dan saat Kazuto mengalami kecelakaan di waktu yang tidak tepat. Kimplit dah. Penasaran kan readers kelanjutannya?

“Kau selalu bisa menangis di bahuku kalau memang mau.” Hal. 175

Buku ini aku recommended bagi kamu yang menyukai novel romance dan metrotop. Melalui buku ini, readers akan di ajak tuh jalan-jalan menyusuri suasana Winter di Tokyo. Hihi

“Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?” Hal. 68

 selamat membaca :)
selamat jatuh cinta :)))
 

[Review] CRITICAL ELEVEN Karya Ika Natassa

Judul: Critical Eleven

Penulis: Ika Natassa

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-602-031-892-9

Tebal: 336

Cetak 1: 2015

MyRate: 4/5

Read by using app iJakarta


Blurb

"Membaca Critical Eleven? Tiga menit pertama yang menyenangkan, delapan menit terakhir yang mengesankan, dan hanya butuh kurang dari 11 detik untuk memutuskan bahwa ini adalah karya favorit saya dari Ika Natassa. Ika sebagai pilot, mengendalikan segalanya dengan sangat baik dan berakhir dengan super smooth landing impressive! I absolutely love this book! Romantic and uplifting. This book will succeccfully put a smile on your face and also make you think."
Ninit Yunita-Penulis

"Sebagai pencinta bandara tanpa tempat pulang yang tetap (dan benci terbang, seperti Anya), saya menemukan sekeping "rumah" di buku ini sejak halaman pertama. Ika bertutur dengan hangat dan memikat (dengan sentuhan yang "Ika banget") sehingga pembaca akan merasa dekat dengan sosok Anya dan Ale--sesuatu yang menurut saya sangat penting dalam sebuah cerita. Satu lagi: novel ini harus dibaca sambil minum kopi. You'll know why!"
Jenny Jusuf: Penulis dan Scriptwriter

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah Critical Eleven, sebelas menit paling kritis dalam pesawat-tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing. Karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umunya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way. I'ts kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah- delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah seseorang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

***
"Menjadi penumpang pesawat itu sebenarnya sama dengan menjadi kucing schrodinger yang pasrah di dalam kotak berisi kapsul sianida. Dan sampai era ketika sudah ada fasilitas wifi di pesawat, orang-orang di luar sana juga tidak tahu kabar kita bagaimana saat mendarat nanti." Hal. 7

Anya yang bekerja sebagai konsultan harus bolak-balik dari Indonesia ke luar negeri untuk urusan kerja. Anya sangat membenci terbang. Bukan karena masalah terbangnya, tapi masalah menyerahkan nasib di tangan oranglain dalam pesawat. Tiga menit awal saat take off dan delapan menit akhir saat lending adalah saat-saat menegangkan bagi penumpang pesawat karena rentang kecelakaan.

Saat Anya melakukan perjalan Jakarta-Sydney, ia bertemu dengan Ale. Beruntung kali ini Anya tidak duduk bersebelahan dengan om-om atau kakek-kakek, kali ini ia bersebelahan dengan seorang pria yang cool dan terkesan cuek. Anya yang tidak menyadari tertidur di pundak pria itu menjadi salah tingkah. Menit akhir sebelum lending mereka gunakan untuk mengobrol.

Ale adalah pekerja perminyakan di luar negeri. Hidup berbulan-bulan di tengah laut tanpa perempuan memang membuat laki-laki menjadi garing. Dua bulan setelah pertemuanya dengan Anya, membuat ia berani mengajak Anya ke warung favoritnya. Tujuh hari setelah bertemu, mereka langsung pacaran. Beberapa bulan setelahnya Anya dan Ale menikah. 

Kisah cinta yang terbilang unik. Anya nggak akan menyia-nyiakan waktu berharganya selama 31 hari dalam setahun saat kepulangan Ale.  Ale tipe suami romantis, meskipun jarang pulang ke Indonesia, ada hal yang membuat Anya tidak mempermasalahkan itu. Namun, saat keduanya menanti kehadiran seorang anak yang bahkan sudah diberikan nama, Aidan, mereka harus menelan pahit. Sebuah kenyataan yang mengubah kehidupan Anya dan Ale. Membuat Anya tidak lagi seperti biasa saat Ale berada di rumah. Jarak yang diciptakan Anya membuat Ale harus mengikuti permainan Anya. Tapi, sanggupkah Ale? 

*** 
"Istri itu seperti biji kopi sekelas Panama Geisha dan Ethiopian Yirgacheffe, Le. Kalau kita sebagai suami--yang membuat kopi--memperlakukannya tidak tepat, rasa terbaiknya tidak akan keluar."

Hello readers, have you read this book? this is my first time for me read Ika's book. It is great book and i was enjoy read it.

Critical Eleven merupakan karya ke-7 Ika Natasya. Membaca buku ini, aku jadi penasaran dengan karya-karya Ika yang lain. Ini kali pertama bagiku membaca karya Ika. Dan yap! I love this book.

Bermula dari kisah Anya yang melakukan penerbangan ke Sydney. Tidak sengaja bertemu dengan Ale yang juga memiliki urusan di luar negeri. Membaca buku ini membuatku senyam-senyum sendiri. Kisah Anya dan Ale sangat menarik perhatian. Nggak ada kisah yang bertele-tele saat mereka pacaran. Malah penulis menuangkan kisah mereka secara simple, justru terkesan unik. Momen saat pernikahan mereka pun sama. Bayangin aja hanya pacaran beberapa bulan, jarang ketemu, langsung menikah.

Nah kisah setelah mereka menikah ini yang membuatku nggak sabaran membacanya hingga akhir lembar. Aku menyukai gaya bahasa di novel ini. Easy to understand dan yang pastinya reades akan akrab dengan bahasa inggris dalam buku ini. Well, ada banyak istilah-istilah asing dalam buku ini, seperti kopi, nama beberapa ilmuan, job tentang konsultan dan perminyakan, all about them sangat informatif. Tuh kan aku jadi ikut-ikutan juga campur bahasa, hehehe

Sudut pandang yang digunakan oleh penulis bergantian. Yaitu sudut pandang Ale dan Anya. Menggunakan sudut pandang seperti ini memang unik, sebagai pembaca kita akan mengetahui isi pemikiran tokoh utama, Ale dan Anya.

Dalam buku ini, readers akan akrab dengan lika-liku kehidupan seseorang yang sudah berumah tangga. Apalagi setelah pernikahan mereka harus berpisah karena pekerjaan suami yang kebanyakan di luar daerah apalagi jika itu di luar negeri! sanggup nggak? hehe

Hal yang paling menguras emosi sebagai pembaca, yaitu konfliknya. Kehilangan sesuatu yang sangat dinanti-nantikan tentu sangat menyakitkan kan readers? begitupun yang dialami oleh Anya. Bayi pertama yang bahkan sebelum lahir telah meninggal dalam kandungan. Duka seorang ibu pasti berat kan readers? Tapi hal yang paling membuat Anya sakit hati dan membuatnya menjaga jarak dengan Ale, bukan hanya hal itu. Ada hal lain yang lebih menambah duka yang dialami Anya.

Alur dalam novel ini menggunakan alur maju-mundur. Redaers akan diajak menyelami kisah Anya dan Ale di masa lalu, tentang kehidupan Ale meninggalkan rumah dan tentang kehidupan Anya yang juga memiliki kisah tersendiri. Seperti membaca buku Tere Liye, meski alur maju-mundur pembaca nggak merasa dibolak-balik oleh sebuah kisah justru membuat readers membuat enjoy mengikuti kisah ini.
Oiya aku jamin saat readers baca buku ini, bakal jatuh cinta dengan sosok Ale. Wuihh tipe idaman banget. hahaha #baper. Tapi, sebaik-baiknya seorang pria, jika sudah menghadapi persoalan wanita pasti bakal menjadi rumit. Bisa nggak yah Ale mempertahankan hubungan mereka? Atau justru Anya akan benar-benar pergi dari kehidupan mereka? 

"Orang yang membuat kita paling terluka biasanya adalah orang yang memegang kunci kesembuhan kita." Hal. 252
Complicated, but fun! Buku ini recomended banget bagi readers pecinta coffe, romance, curious about marriage life and the feeling about losing a baby, i recomend this book for you
Happy reading :) 

[REVIEW] CORAT-CORET DI TOILET

Judul buku: Corat-Coret di Toilet

Penulis: Eka Kurniawan

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-602-03-0386-4

Cetakan 1:  April 2014

Tebal: 132 halaman

MyRate: 3.5/5




BLURB
 
"Aku tak percaya bapak-bapak anggota dewan, aku lebih percaya kepada dinding toilet."

"Nada komedi-satirnya cukup kuat dalam Corat-coret di Toilet. Cerdas juga usahanya mengangkat hal kecil yang remeh temeh menjadi problem kemanusiaan."
- Maman S. MahayanaMedia Indonesia

"I decide to translate Corat-coret di Toilet not only because it is one of Eka's best-known short stories, but because it is very blackly funny. It catches perfectly the atmosphere of student life in Indonesia at the start of the new century, as the brief promise of Reformasi was being extinguished by gangsterism, cynicism, greed, corruption, stupidity, and mediocrity. It also mirrors beautifully the bizarre lingo shared by ex-radicals,  sexual opportunists, young inheritors of the debased culter of the New-Order era, and anarchists avan la lettre. Finnaly, it shows Eka's gift for starling imagery, sharp and unex-pected changes of tone, and his 'extra-dry' sympathy for the fellow-members of his late-Suharto generation."
- Benedict R. O'G. AndersonIndonesia
 ***
Halo teman-teman, kali ini aku post buku review karya Eka Kurniawan sekaligus ikut tantangan reading challenge dari iJakarta. 
Eka Kurniawan adalah seorang penulis yang namanya dikenal banyak belakangan ini melalui buku-bukunya yang dianggap kontoversional namun, karyanya pulalah yang membawa nama Indonesia diperhitungkan oleh dunia internasional tentang kesusastraan. Buku Corat-coret di Toilet adalah kumpulan cerita berisi 12 kisah. Berikut ringkasan setiap cerita berdasarkan pengalaman pribadi saya saat membacanya;

 Peter Pan

Laki-laki itu memutuskan untuk menikahi si tuan Puteri pada tanggal 10 April. Namun, saat waktu itu tiba, tuan Puteri harus menelan pahit akan sebuah kenyataan yang membuatnya kehilangan laki-laki itu hingga ia menjadi perawan tua. Ia mendapat julukan Peter Pan bukan karena tidak mau tumbuh menjadi dewasa, namun kegagalannya yang belum bisa menamatkan kuliah sebab selalu melakukan tindakan-tindakan subversive. Melalui puisinya, Peter Pan menjadi penyair yang membuat penguasa jengah. Sang diktator bahkan turun tangan menghentikan penyair Peter Pan demi kepentingan politik. Tak ada yang tahu apa yang terjadi setelahnya.

“Penjahat besar yang keji, bengis, kotor dan bau, mereka susah di kalahkan dan susah mati.” --Peter Pan

Dongeng sebelum Bercinta

Alamanda menikahi sepupunya sendiri karena dijodohkan oleh orangtuanya terutama Ayahnya. Pernikahan yang tidak pernah disetujui Alamanda. Namun, ia tetap menikahi pria itu dengan harap akan mencintainya kelak. Malam pertama yang seharusnya menjadi momen bagi keduanya dibuat lain oleh Amanda. Dia menceritakan kisah wonderful Alice kepada suaminya sebagai syarat sebelum bercinta. Akan tetapi, dongeng itu tak kunjung selesai hingga keduanya sibuk masing-masing. Tepat di hari empat puluh dua pernikahan mereka, Mei sahabat Amanda bertanya tentang alasan mengapa dongeng itu belum selesai. Dan yah, jawaban Amanda benar-benar membuatku deg!

Corat-coret di Toilet 
“Revormasi gagal total, kawan! Mari tuntaskan revolusi demokratik!”

Seorang mahasiswa masuk ke toilet kemudian menulis, membalas tulisan yang ada di dinding. Tak berselang lama, beberapa yang lain mengikuti. Entah siapa mereka, semuanya mengeluarkan unek-unek tentang reformasi, revolusi, apa saja yang terlintas dalam pikiran sebagai bentuk protes atau juga mungkin hanya sensasi. Hingga satu orang mahasiswa alim menulis sesuatu di dinding tersebut.  Bukannya berhenti mencoret di dinding, tanggapan atas tulisan terakhir justru lebih banyak hingga membuat toilet yang tadinya bersih terlihat kumuh.

Teman Kencan 

Malam minggu tanpa pasangan memang tidak mengasyikkan. Seperti itulah yang di hadapi seorang pemuda yang merasa sendiri, apalagi saat ditinggal minggat kekasihnya. Ia mencari teman kencan pada malam mingu. Dihubungi satu per satu nama yang muncul di pikirannya. Nurul, si cantik jelita yang membuatnya tergoda. Sayang, Nurul sudah berkencan dengan orang lain. Ayu? Ayu adalah kekasihnya yang minggat. Namun, pemuda itu tidak bisa melupakan paras Ayu. Telepon pertama, mengecewakan. Telepon kedua ada respon. Pemuda itu bergegas, menemui Ayu. Tapi sayang, pertemuan itu diluar dugaannya. Sesuatu  pada Ayu sudah berubah.

Rayuan Dusta untuk Marietje

“Ah, peduli amat dengan jerawat dan kecerdasan. Ia mau datang dan jadi kekasihku, bagiku sudah cukup.” 

Seorang pemuda yang datang ke Hindia Belanda untuk merubah nasib menjadi lebih baik. Kepiawaiannya dalam membual, membuat komandan menjadikan pemuda itu sebagai prajurit di pertahanan depan. Semua bisa ia atasi kecuali satu hal, rindu pada Marietje. Kekasih yang dianggapnya berjerawat dan bodoh, tinggal di Belanda. Namun, tak bisa ia melupakan Marietje. Pemuda itu menulis surat, gombalan dan rayuannya yang terdengar membual, berhasil membuat Mariedje datang ke Hindia. Pemuda itu menulis surat bahwa ia berjanji akan menaklukkan negeri Hindia. Sanggupkah pemuda itu menepati janjinya kala Mariedtje menagihnya?

Hikayat si orang gila

Si orang gila itu tak bernama. Hiruk piruk orang berlalu lalang dilihatnya. Hanya ada satu dua orang yang peduli padanya. Namun, sejak peristiwa itu, dua orang tadi lenyap. Si orang gila kelaparan, mengais-ngais sampah untuk mencari makanan, nihil. Suara dentuman dari prajurit yang menjarah membuat orang-orang berlarian. Seseorang menyuruh orang gila itu pergi. Namun, ia tak kunjung beranjak. Sanggupkah  ia bertahan di tengah hiruk piruk suara gelegar tembakan dalam kelaparan?  

Si cantik yang tak boleh keluar malam 


“Cinta membuat orang begitu tolol, dungu dan bodoh. Tapi kadang cinta membuat seseorang juga menjadi pemberani.”

Si Cantik hanya bisa melihat teman-temannya menghadiri pesta tanpa bisa mengikuti keseruan remaja di usianya yang ke 17. Romeo teman sekolahnya harus menunggu jawaban tatkala si Cantik memiliki perasaan kepadanya. Namun, titah orangtua lebih dari apapun. Memingit si Cantik agar tidak keluar pada saat malam. Sanggupkah si Cantik patuh pada titah orangtua?

Siapa kirim aku bunga?

“Bunga itu lambang  cinta, dan kau manusia yang kering akan cinta. Sudah selayaknya kau peroleh banyak-banyak bunga.”

Henri nama pemuda itu. Bertugas di Indonesia pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. Ia mendapat bunga-bunga yang dikiriminya hampir setiap hari oleh seseorang. Ia tidak tahu kalau yang mengirimi bunga-bunga itu adalah si gadis penjual bunga asli Jawa. Akankah Henri mendapat jawaban atas pertanyaannya kepada si gadis penjual bunga itu, tentang perasaannya dan tentang orangtua si gadis penjual bunga?

  
Tertangkapnya si bandit kecil pencuri roti

“Aku ingin punya ibu sendiri yang akan memberiku rumah. Aku juga ingin punya ibu sendiri yang akan memberiku uang untuk membeli roti sehingga aku tak perlu mencurinya”

Seorang bandit yang sedikit dikagumi. Bocah berusia sepuluh tahun, mencuri roti di toko-toko. Suatu hari, ia tertangkap basah, beberapa yang sering bertandang ke tempatnya ingin juga mengangkap bandit itu, namun sesuatu pada diri bandit itu menghentikan langkah mereka.

Kisah dari seorang kawan
 
Empat mahasiswa, dari latar belakang yang berbeda. Ayah mereka masing-masing memiliki profesi yang berbeda, ada tentara, guru, dan petani. Cerita seorang mahasiswa gondrong dengan muka kotor tak bercukur membuka mulut. Bercerita tentang ayahnya yang sebentar lagi akan keluar penjara. Kisah tentang Ayah dari mahasiswa gondrong sangat menyindir kehidupan nyata tentang aksi heroik sang ayah dan alasan mengapa dia melakukan itu.

Dewi amor
 
Pemuda itu jatuh cinta pada gadis yang bernama Laura. Baginya, gadis itu seperti teka-teki yang menawan! Menunggu waktu yang tepat untuk mendekati Laura, menunggunya sepulang sekolah, dan terlalu takut untuk menyatakan perasaannya. Hingga pemuda itu melakukan hal-hal konyol.

“Oh cinta, betapa ia bisa membuat orang melakukan apa saja, bahkan membuatnya gila sekalipun!"

Kandang Babi

Kocak, lucu, berantakan, miris, memprihatinkan. Seperti inilah kesan Edi Idiot. Seorang mahasiswa yang menggantungkan hidupnya pada kandang babi dan berutang kepada Bu kantin gendut. Namun, ia adalah realita sekaligus sindirian. Pada sistem pendidikan dan hiruk-piruk dunia mahasiswa. Juga, ia adalah cerita tentang kesedihan akibat kesenjangan hidup.

*** 
Corat-Coret di Toilet merupakan karya Eka Kurniawan yang pertama kali kubaca. Sebenarnya, sudah lama aku tahu tentang penulis, mengingat namanya meroket karena karya-karyanya yang memang patut diperhitungkan. Apalagi, Eka Kurniawan, dalam bukunya Lelaki Harimau membawa penulis masuk ke ajang nominasi penghargaan bergengsi The Man Book International Prize 2016. 

Melalui aplikasi iJakarta, sebuah aplikasi perpustakaan digital, aku bisa membaca buku ini tanpa harus bersusah payah mengumpulkan budget dan ke gramedia (maklumlah hihi) sekaligus mengikuti reading challenge yang diselenggarakan oleh iJakarta. 

Membaca buku melalui versi digital tentu memiliki pengalaman tersendiri. Selain karena mudah mengakses dan membawanya ke mana-mana, cara ini sangat praktis. Ini juga kali pertama bagiku menggunakan aplikasi iJakarta. Ternyata, sangat mengasyikkan yang awalnya aku memang kurang suka baca buku versi digital. Oiya yang menarik dari app ini seperti perpustakaan real, memiliki jangka waktu peminjaman, jadi terasa ada deadline, aku sebagai reader harus menuntaskan buku ini sekali duduk hihi.

Berkenalan dengan penulis melalui buku ini. 12 kumcer yang memiliki kisah masing-masing kebanyakan menyiratkan pesan moral. Penulis wajar saja dikatakan penulis yang kontroversional, gaya bahasanya yang ringan namun terdengar menyindir dan bebas. Justru, aku menyukai gaya bahasa yang dipakai penulis. Jujur apa adanya. 

Buku ini cocok dibaca semua kalangan, khususnya para kalangan aktivis. Ada beberapa cerita yang menyinggung tentang masa Orde pemerintahan. Ada juga yang menyinggung soal sistem pendidikan, kesenjangan soisal, dan tentunya kisah cinta yang menyisakan renungan dan tanya kepada pembaca. Misal dalam kisah Corat Coret di Toliet yang menjadi topik utama buku ini. Di dunia realita, aspirasi bisa dilakukan dimana pun. Namun, terkarang suara demokrasi terabaikan. Mencoret dinding di toilet dengan tulisan memang sering kita jumpai. Sebuah fenomena yang nggak lazim lagi. Apa makna di balik mencoret toilet di buku ini?  Bermacam-macam. Tergantung sudut pandang pembaca. Ada kemirisan jika suara/pendapat itu sendiri hanya sebatas coretan. Pun, ada fakta tersembunyi, bahwa terkadang apa yang disuarakan itu hanya diabaikan. 

So, teman-teman bisa membaca buku ini melalui aplikasi iJakarta. Mudah dan praktis. 
Happy Reading :)



[REVIEW] Cinderella's Wish

Blurb


Marie yang selalu jaim, berbohong pada temannya bahwa ia ahli dalam hal percintaan. Manami, sahabat Marie yang percaya akan kebohongan itu, mengajak Marie dengan pacarnya untuk kencan bersama. Sebenarnya Marie belum memiliki pacar. Marie pun panik dan akhirnya meminta tolong kepada Yamato. Yamato bersedia membantunya… tapi dengan imbalan!

Penulis: Ayumi Rin

Alih bahasa: Mustika Maria

Editor: Anni Pramudito

Desainer grafis: Heru Lesmana

Cetakan III: 2012

Dicetak oleh: PT Gramedia

MyRate: 3/5






Hello readers, post kali ini bukan tentang buku novel ataupun cerpen yah. Masih seputar buku dengan cerita yang mengasyikkan tentunya, namun dengan genre yang berbeda. Buku Cinderella’s Wish adalah sebuah komik yang ditulis oleh Arumi Rin. Kok komik?
Aku cerita sedikit dulu yah. Hihi

Dulu, aku sangat tidak menyukai membaca buku, menurutku membaca buku itu membosankan. Meskipun pernah kucoba yah tetap saja aku malah tertidur saat baru membaca dua halaman. Nah, saat itu, salah seorang teman menyarankan untuk membaca komik. Komik? Aku belum tahu banyak hal tentang komik yang terlintas dalam pikiranku, bacaan ini hanya untuk anak-anak. Namun, saat membaca, keseruannya terasa sekali. Membaca komik nggak hanya mengikuti alur ceritnya dan membuat imajinasi sendiri, tapi readers bisa menghemat waktu karena bacaan yang nggak banyak, to the point dan khusus readers type visual, sangat cocok deh pokoknya buat yang menyukai visual. Karena keseringan baca komik, akhirnya aku keasyikan membaca dan penasaran untuk membaca buku lain selain komik. Eh lama-lama udah jarang malah gak pernah lagi baca komik setelah sekian lama bergelut di novel-novel. Baru deh kali ini baca lagi. hihi

Oke langsung aja.
Dalam komik Cinderella’s Wish terdapat enam kisah atau short story tentang remaja cewek yang menyukai seseorang. Pertama, cerita Cinderella’s Wish. Karena keteledoran dan gengsi yang tinggi, Marie terpaksa berpura-pura kepada Manami tentang pacar yang dia miliki. Malah, Marie mengakui dirinya sangat ahli soal cinta. Itulah mengapa Hanami sangat berharap kepada Marie untuk membantunya melewati kencan pertama dengan pacar barunya. Akan tetapi, Marie justru dilanda kecemasan. Bagaimana Marie bisa menghadiri double nge-date atas ajakan Hanami jika dia sendiri bahkan belum pernah pacaran? 

Kedua, tentang cerita Tiramisu’s Lover. Rencana Chitose-Chan untuk menggalang dana di kelas memasak gagal seketika akibat ulah Kuon. Hasil masakan Chitose memang menggiurkan dan membuat Kuon menghabiskan semua kue yang ingin dijual. Sebagai gantinya, Kuon harus menjadi pelayan di stand Chitose saat penggalangan dana. Kuon memiliki wajah tampan yang bisa menarik perhatian siswi di sekolah. Tapi, masalah kemudian terjadi. Ada rasa yang timbul di hati Chitose.

Ketiga, Lovely Words. Iida seorang siswi mendapat nilai bahasa yang sangat anjlok. Dia pun harus ke perpustakaan untuk mencari referensi dan memperkuat bahasanya terutama kanji. Hal itu yang mempertemukannya dengan seorang pustakawan muda bernama Fujima. Sesuatu yang terjadi membuat Iida terjebak oleh rasa pada Fujima. Apa iya Fujima juga memiliki rasa yang sama? 

Hmm… aku merasakan keseruan saat membaca komik ini. Terlebih saat membaca tiga cerita lainnya di akhir bab. Karena komiknya genre teenlit khusus cewek, bacanya berasa menjadi remaja lagi kyaaaaa. Emang masih mudah kok haha…

Membaca komik ini, membuatku seolah berkenalan langsung dengan penulisnya. Beberapa note di buat oleh penulis untuk memberikan informasi tentang tulisannya. Misalnya saja Lovely Words, penulis mengakui menulis part ini terburu-buru. Memang sih saat baca komik part ini terkesan terburu-buru. Sebagai pembaca, aku merasa alur semua cerita dalam komik ini hampir sama, semua tokoh cewek  memiliki kesamaan, easy to fall in love with boy. Yap, mungkin sebagai pembaca aku lumayan menjaga gengsi cewek #tsaaah, tapi emang sih rata-rata komik/manga dari Jepang karakter cewek hampir semua sama. Apa memang begitu yah kondisi realnya di Jepang? I don’t know. After all, komik ini menarik untuk di baca khususnya teenage girl. Buat yang mau refreshing mind bisa juga tuh baca komik ini.
Buat penerjemah dan penerbit bahasa yang digunakan bahasa gaul yang pas banget dengan teenager. Saran buat penulis kalau bisa, tambahin konflik yang buat readers greget yah  (itu sih mw gue hihi).

“Terkadang diam justru bisa membuat kita lelah, tahu!" -Forbidden Smile-

Btw thanks yah buat kak @princeesashr, dapet komik ini dari hadiah GA :)

Happy Reading guys 

[REVIEW] Catatan Orang Gila

BLURB



“Barangkali kau benar karena ulah lelaki, kebanyakan pasien di sini adalah perempuan,” kataku dengan murung. “Kenyataannya memang demikian, urusan cinta, soal rumah tangga, kekejaman bapak pada anak perempuannya, dan seterusnya dan seterusnya,” lanjutku enteng.

***

Judul: Catatan Orang Gila

Penulis: Han Gagas

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-602-03-0904-0

Cetakan 1: Oktober 2014

 Tebal: 184 Halaman

 MyRate: 3.5/5

#31HariBerbagiBacaan





Hello readers, kali ini aku membaca lagi buku kumpulan cerita. Asyik sih rasanya baca cerpen yang memiliki keunikan masing-masing. Apalagi jika cerita itu menyisakan tanya kepada pembaca. Buku cerpen kali ini ditulis oleh Han Gagas, karya pertama yang aku baca. Sebagian cerpen Han dalam buku ini sudah dimuat sebelumnya oleh beberapa majalah. Namun, ada dua cerpen yang baru dimuat dalam buku ini yaitu Catatan Orang Gila, Catatan tentang Hantu dan Kisah dari Bangsal. 

Kesan pertama membaca cerpen ini, aku terperangah, karena penulis menggunakan sudut pandang pada tokoh yang dicap gila di cerpen pertama. Hmm.. di bagian ini, aku mendapat sesuatu yang baru yang belum terpikirkan sebelumnya. Aku merasa penulis sengaja membuat kisah ini untuk menyindir poembaca agar lebih memanusiakan sesama termasuk orang gila. 

Di bagian cerpen lain yaitu Perjalanan Sepasang Burung Gereja, tokoh utama dalam cerpen ini adalah sepasang burung. Yah lagi lagi menurutku ini unik. Menyusuri kehidupan sepasang burung tentang perjalanannya mencari sebuah tempat. Alhasil, tak ada lagi tempat yang dinamakan surga. Semua berlomba-lomba memburunya. Hingga sepasang burung itu berhasil mendapatkan tempat yang dikelilingi oleh pepohonan dan kolam air. Sepasang burung itu hinggap ditempat itu, dalam sekejab jutaan burung lain hinggap pula di tempat itu. Hingga tempat yang sebelumnya dianggap surga itu bagaikan neraka. Mereka sesama burung berlomba-lomba mencari makanan, saling berdesakan mengisi paru untuk minum. Hingga dentuman peluru menyalak. Tak ada lagi yang tersisa. Selain, suara senapan para pemburu. Bagian cerita ini juga menarik. Seolah penulis menyadarkan betapa fenomena lingkungan juga mengganggu kehidupan hewan terutama burung dengan menyindir pembaca melalui cerpen ini. 

Oiya cerpen ini memang fiksi, namun penulis mengemasnya seolah kisah nyata. Ada juga cerpen lain sengaja ditulis untuk mengenang kembali tragedi-tragedi seperti kerusuhan Mei 1998 di Solo, kisah 30 September 1965, korban geger 1965. Kesemua cerpen ini menyayat sembilu pembaca, betapa tragedi menyimpan luka yang mendalam.

Bahasa yang digunakan sangat lugas dan padat. Alur yang tidak bertele-tele. Sangat pas dibaca untuk mengisi waktu-waktu senggang readers. Secara keseluruhan, aku menyukai semua cerpen dalam buku yang memuat 17 cerpen loh readers. So, penasaran kan dengan cerpen lainnya? Hehehe… 


“Pertemuan dan perpisahan, adalah kebahagiaan dan kesedihan. Dua sisi uang logam dalam hidupku, takdirku.” Hal. 32


 Happy Reading :)
***
Thanks to kak @poupousin for your book :) 

[REVIEW] Kisah Muram di Restoran Cepat Saji

BLURB

Mereka selalu tahu "Pelanggan adalah raja". Sebuah semboyan yang mendunia, membumi, baik di restoran kaki lima sampai restoran mewah di hotel berbintang lima. Ia pun melayani raja-raja itu dengan cekatan, cepat, dan tentu saja ramah. Bukankah ia pelayan di sebuah restoran cepat saji? Semua harus cepat dihidangkan, menu harus masih panas dan segar, kalau tidak, raja akan mengeluh dan marah. Apabila raja mengeluh apalagi marah-marah, maka managernya akan memberikan sepucuk surat cinta bernama surat peringatan. Mengerikan!

Sementara di Indonesia, orang mau makan suka kebingungan sendiri ketika sudah berada di depan meja kasir. mereka terlongo-longo sambil bergumam, mau apa ya aku? Mau makan saja bingung dan harus berfikir, bagaimana memikirkan negara yang makin korup. Berfikir soal makan saja kelimpungan. 


Judul: Kisah Muram di Restoran Cepat Saji

Penulis: Bamby Cahyadi

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan 1: Desember 2012

ISBN: 978-979-22-9080-6

MyRate: 3/5

Tebal: 152

#31HariBerbagiBacaan


***

Akan sangat menyenangkan jika membaca sebuah buku kumpulan cerita yang memberikan variasi kisah di dalamnya. Dan buku ini menarik untuk dibaca mengisi weekeend tentunya dengan kisah yang beragam di dalamnya.

Buku karya Bamby Cahyadi berisi lima belas cerpen. Awal membaca cerpen pertama, aku merasa sedih. Cerpen yang berjudul Boneka menceritakan kisah sepasang suami istri yang ditinggal mati oleh anaknya, Riri. Pesan yang tersirat dari penulis sangat jelas melalui  cerpen Boneka. Saat ingin mengabulkan permintaan seorang anak, namun sebelum itu terwujud, anak itu meninggal. Aku terbawa emosi saat membaca cerpen Boneka, mengacuhkan permintaan orang yang paling kita sayangi saat ternyata permintaan itu adalah yang terakhir darinya, namun kita mengabaikannya.  Penulis menuturkannya dengan bahasa yang ringan dan juga menggunakan sudut pandang pertama meski ada juga sudut pandang ketiga di beberapa cerpen lain. 

Ada juga kisah memilukan di bagian cerpen lain, Bila Senja ingin Pulang mengisahkan tragedi yang dialami oleh gadis kecil, dan bagaimana gadis itu tumbuh dewasa dengan kengerian masa kecil akibat kelakuan bejat ayah yang bukan ayah kandungnya. Membaca bagian ini, membuatku bersyukur tidak mengalami hal-hal semacam ini di masa kecil. 

Dari semua cerpen, yang paling menarik bagiku adalah Obsesi, karena aku merasa bagian ini yang paling unik sekaligus menggelitik. Seorang laki-laki yang memiliki impian menjadi koruptor sejak kecil. Melalu kisah ini, sebenarnya penulis juga mengkritik tentang pemerintahan yang dianggap lamban mengemban amanah.

Hanya satu cerpen yang menurutku keluar dari tema buku ini, Malaikat yang mencintai Senja. Kisah Tareq yang tinggal di bumi karena mencintai senja. Menurutku, ini cerita fantasy. Namun, secara keseluruhan buku ini menarik untuk dibaca. Selalu saja ada hal-hal baru yang ditemukan ketika membaca buku yah readers. 

Nah penasaran kan readers dengan kisah lainnya :) 

Happy reading :)

[REVIEW] Bulan Terbelah di Langit Amerika

"Berjalanlah dan terus berjalan dengan niat dan kebaikan untuk mengejar restu kebaikan restu dari Allah, bersama orang-orang yang kau cintai, lalu sematkan dalam hati dan pikiranmu akan perjalanan hidupmu tentang surga yang akan kau gapai. Maka seberat, sepanjang, dan sebesar apapun halangan yang merintangi langkahmu, akan terbuka dengan sendirinya atas izin-Nya. Ingatlah, Tuhan akan mengirim malaikat-malaikat-Nya yang mempunyai keringanan tangan tak bertepi untuk menyelamatkanmu manakala kau hendak terpeleset di ujung jurang yang curam." hal. 123



BLURB


Apa? Wajah nabi Muhammad junjunganku terpahat di atas gedung ini? Apa-apaan ini! Penghinaan besar!” seruku pada Julia. Mataku hampir berair menatap patung di dinding Supreme Court atau Mahkamah Agung Amerika Serikat, tempat para pengadil dan terhukum di titik puncak negeri ini.

“Jangan emosi. Tak bisakah kau berfikir jauh, Hanum? Bahwa negeri ini telah dengan sadar mengakui Muhammad sebagai patron keadilannya. Bahwa islam dan Amerika memiliki tautan sejarah panjang tentang arti perjuangan hidup dan keadilan bagi sesama.

“Akulah buktinya Hanum.”

***********************


Judul : Bulan Terbelah di Langit Eropa
Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Mei 2014
ISBN : 978-602-03-0545-5
Rate : 4/5
#31HariBerbagiBacaan





"Apa yang akan engkau lakukan jika punya waktu beberapa menit saja untuk menyadari bahwa 'harimu' telah tiba?" hal. 13


Meski telat membaca novel yang pernah booming ini, tak mengurangi rasa antusiasku membacanya. Terima kasih kepada teman yang sudah berbaik hati meminjamkan buku ini.

Novel ini berkisah tentang perjalanan Hanum yang tinggal di Wina bersama suaminya Rangga Almahendra. Takdir yang tak pernah disangka, membawa keduanya akan berangkat ke Amerika. Hanum yang diberikan tugas oleh Gertrud  Robinson untuk menyelamatkan perusahaan koran Heute ist wunderbar. Gertrud yang merupakan atasan Hanum, memberinya tugas ke Amerika untuk meliput peristiwa 11 September. 
Hanum merasa berat menerima tugas ini. Namun, ia tak punya pilihan lain. "Would the world be better without islam"? Bagaimana mungkin Hanum menolak tugas ini dari Gertrud yang juga mendapat tekanan dari dewan direksi? Jika saja orang lain yang akan mengambil tugas ini justru malah membuat nama islam semakin terpojokkan di mata dunia. Tapi bagaimana Hanum harus meramu topik ini agar tidak melecehkan agamanya sendiri?

"Media hanya butuh sensasi. Sensasi untuk menjaga eksistensi dan kehidupannya di tengah persaingan keras." hal. 45

Rangga yang kebetulan memiliki tugas atas idenya sendiri, mengharuskan ia ke Amerika dan menghadiri presentasi Phillip Brown, seorang dermawan yang tak tanggung-tanggung menyumbangkan kekayaannya untuk mendanai korban perang khususnya di Afganistan. Kali ini, diluar dugaannya, Hanum, istrinya juga memiliki tugas di Amerika. Lalu, bagaimana kisah perjalanan Hanum menemukan narasumber yang tepat? Sekitar tiga ribu lebih korban peristiwa pesawat menabrak gedung WTC. Tak satupun dari mereka yang ditemui Hanum bersedia menjadi Narasumber.

Membaca novel ini membuatku lupa keadaan sekitar. hehehe. Novel ini membuat pembaca ikut merasakan kisah yang sangat mendebarkan dari perjalanan Hanum dan Rangga. Sisi religius dalam novel ini sangat menohok pembaca untuk ditilik lebih jauh. Sebuah fakta yang tak lazim, jika negara-negara Eropa dan Amerika menganggap Islam sebelah mata. Wajar saja, jika Hanum mengalami kesulitan mendapatkan narasumber.

Aku merasa iri membaca novel ini, bagaimana kedua penulis yang jadi tokoh utama dalam novel ini dapat menyuguhkan sebuah kisah yang sangat mengulik-ulik sisi emosionalku. Kesan romantis dari keduanya membuat pembaca tersenyum-senyum sekaligus kagum. Aku kagum pada sosok Hanum yang gigih, juga pada Rangga yang menurutku memiliki banyak kejutan.

Ada juga tokoh lain yang muncul dalam novel ini. Michael Jones dan Julia Collins. Bagaimana keduanya memiliki sisi kehidupan yang berbanding terbalik. Jones, yang sangat membenci islam sejak peristiwa 9/11 dan menentang pembangunan masjid di sekitar Ground Zero. Julia yang merasa sangat kehilangan orang yang paling dicintainya harus menelan kepahitan sejak peristiwa 9/11, belum lagi Julia harus menghadapi ibunya sendiri yang sangat membenci islam. Mungkinkah Iman Julia yang muallaf goyah sejak peristiwa 9/11?. Lalu bagaimana cara Hanum meyakinkan mereka untuk menjadi narasumber? sementara itu, waktu yang dimiliki Hanum sangat sedikit.

Ada juga detik-detik yang sangat menegangkan saat membaca novel ini. Saat dimana Hanum dan Rangga terpisah karena insiden di salah satu tempat di Amerika. Apakah Rangga bisa menemukan Hanum ?

"Aku selalu merasa energi tali komunikasi yang paling kuat antara sepasang suami istri yang saling mencintai adalah Telekomunikasi hati. Ketika tak ada lagi peranti yang menjembatani keduanya untuk berbicara satu sama lain, kekuatan hati adalah ujung tombak yang tak tergantikan." hal. 106


Alur yang ada dalam novel ini kebanyakan alur maju. Sehingga pembaca bisa cepat mengerti setiap detail kisah dalam novel ini. Juga ending yang membuatku terperangah. 
Selain itu, aku cukup terhibur membaca novel ini, seakan ikut menjelajah negeri paman Sam, menguak fakta-fakta lain tentang keberadaan islam di Amerika, bagaimana sebuah patung yang dipahat dan bertuliskan nama nabi Muhammad, lalu keberadaan museum yang menyimpan banyak sejarah dimana Julia bekerja. Bahasa yang digunakan pun ringan sehingga tidak berbelit-belit karena terkadang, saat membaca novel bernilai sejarah, kadang aku harus berhenti sejenak untuk memahami sisi historis dalam novel tersebut.

"Setiap pertemuan selalu menyisakan perpisahan, cepat atau lambat. Manusia boleh mencintai manusia lain, tapi tak boleh melebihi cintanya pada sang Khalik." hal. 180

 ---------
No typo detected except out of my eyes. 


Selamat membaca :)

Member of Stiletto Book Club

Komunitas Blogger Makassar

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Member of Warung Blogger

Warung Blogger

Member of Blogger Perempuan

Member Hijab Blogger

Free "Care" Day

Free "Care" Day