[REVIEW] A Cup of Tea For Single Mom

"Keajaiban adalah seorang single mom yang bekerja di dua tempat untuk menafkahi anak-anaknya dan masih bisa membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumahnya di malam hari." (Cathie Linz)

BLURB

Menjadi single mom?

Rasanya tak ada yang ingin memiliki status yang sering di cap “negative” oleh masyarakat ini. Namun bagaimana jika akhirnya status ini benar-benar disandang? Masalah apa yang akan dihadapi? Bagaimana dengan kehidupan sosial, financial, psikologis, dan utamanya anak-anak para single mom?

Tak sedikit single mom yang tenggelam dalam kesedihan dan trauma. Namun banyak pula yang mampu bangkit dan berjuang sekuat tenaga hingga mampu mengantarkan anak-anaknya ke jenjang kesuksesan.

Di buku ini, para single mom dan orang-orang terdekatnya berbagi kisah, semangat, dan harapan.

Judul: A cup of Tea For Single Mom

Penerbit: Stiletto

ISBN: 978-602-96026-1-6

Tebal: 213

MyRate: 3.5/5

Cetakan 1: April 2011




***
Dulu, sebelum nenek meninggal, beliau telah menyandang status single mom kurang lebih 20 tahun. Aku tak tahu pasti mengapa nenek nggak mau nikah lagi, padahal kata ibu, ada beberapa pria yang pernah melamarnya, Yang kuingat saat itu, nenek hanya bilang kalau lebih memikirkan anak-anaknya.  Membaca buku ini, mengingatkanku pada beliau. 

Buku A cup Of Tea for Single Mom berisi 17 kisah yang ditulis oleh 17 penulis berdasarkan kisah nyata tentang perempuan yang berstatus single mom. Menyandang status single mom memang sangat tidak mudah. Selain karena perannya yang menuntut lebih banyak, status single mom atau janda terkesan negative di mata masyarakat. Melalui buku ini, kita akan hanyut dengan kisah-kisah para perempuan yang menyandang status ini. 

Kisah pertama ditulis oleh Lygia Nostalina, memiliki dua anak dan terpaksa menyandang status single mom, karena perceraian dengan suaminya. Menjadi ibu sekaligus ayah tentu nggak mudah kan readers? Aku begitu kagum dengan tokoh  dalam kisah ini. Bagaimana dia menyambung hidup demi anak-anaknya. Dan melalui kisah ini pula, aku mengingat kembali almarhum nenekku. Sepertinya, jika perempuan menutup hati setelah perceraian, itu tak lebih karena rasa traumanya di masa lalu atau lebih tepatnya belum menemukan yang pas di hatinya.

“Aku harus mengambil peran sebagai ibu dan ayah sekaligus. Aku mulai belajar bekerja di luar rumah dan jauh dari anak-anak yang selama ini tak pernah lepas dari pengawasanku selama 24 jam.” Hal. 18

Tak hanya dari sisi seorang ibu yang menjadi single mom, memiliki anak mau nggak mau akan menjadi beban tersendiri saat menyandang status ini. Ada beberapa kisah di buku ini yang menceritakan tentang sudut pandang seorang anak. Bukankah anak juga menjadi korban kehilangan akibat perceraian kedua orangtua kan readers.  Belum lagi, jika seorang anak  mendegar sindiran orang lain mengenai ibunya. Hati siapa yang nggak sakit? Aku tertarik pada kisah Aku, Mama, dan Dunia Schizophrenia yang ditulis Haya Aliya Zaki, bagaimana Najwa dengan sukarela merawat ibunya yang sakit. Masa lalu yang membuatnya mengidap penyakit itu saat ibu Najwa memilih bercerai dari suaminya tepat saat Najwa masih dalam kandungan. Kebayang kan gimana sakitnya. Tapi, tetap saja, aku terenyuh bagaimana tegarnya seorang Najwa saat merawat ibunya. Juga kisah Ibu Tak Cuma Cantik ditulis oleh Reni Erina, dimana seorang anak bernama Sisil yang masih remaja seringkali  menonjok teman-teman SMP-nya jika mereka mengolok ibunya yang berstatus single mom. Nggak ada yang lebih perih kan saat oranglain menghina orangtua sendiri.

Dan kisah yang paling menarik perhatianku adalah Sumpah Palapaku di tulis oleh Qadriera Ku Warasta. Seorang perempuan single mom yang terpaksa banting tulang mencari nafkah demi bayinya. Dan perjuangan itu dimulai dari titik nol saat suaminya tidak ada lagi dan saat ibunya sendiri mengusirnya dari rumah. Dia yang penuh luka, memiliki secercah harapan demi anaknya. Meski berangkat saat tak memiliki apapun, dia memulai mencari pekerjaan ke semua tempat, akhirnya dia diterima di salah satu tempat grosir. Saat malam, perempuan ini mengirim tulisan-tulisannya ke surat kabar. Awalnya, memang berat, bahkan lebih banyak tersandung oleh batu kerikil. Namun, bayinya yang membutuhkan asupan, dia rela membanting tulang meski tanpa seorang suami. Saat membaca bagian ini, hatiku rasanya disayat sembilu. Betapa berat perjuangan seorang single mom. Namun, di sisi lain, aku salut dengan perjuangan mereka yang berstatus single mom.

Kesan yang ada di buku ini berasa banget readers. Setidaknya, bagian kisah ini membuka mindset masyarakat (sebagian) yang memandang sinis perempuan single mom. Saat tak ada lagi yang bisa menopang, dan saat cahaya makin redup, maka sisi kekuatan seorang perempuan akan bangkit dengan sendirinya. Seperti perempuan single mom, di hati kecil mereka memang mendambakan seorang pasangan hidup yang perfect, namun kegagalan atau trauma yang dihadapi, membuat mereka awas.  

Buku yang sangat pas dibaca dengan alur cerita yang menyisakan jejak kepedihan dan perjuangan, tak sedikit menggugah perasaan pembaca, membuka mindset tentang perempuan berstatus single mom, dan juga mengingatkan bahwa perempuan tidaklah selemah yang terlihat cause woman has power and born tobe loved? isn't it? 

"Masa lalu adalah sejarah. Banyak kisah yang ingin kulupakan, tapi banyak juga cerita masa lalu yang kujadikan pegangan hidup. Tak selamanya masa lalu harus terbilas waktu. Biarkanlah masa lalu menjadi alunan nada dalam mengiringi langkah masa depan kita." hal. 123

Happy Reading :) 

8 komentar:

  1. Wah, aku baru tau kalau Stiletto pernah menerbitkan buku ini, dan tampak menarik, terutama untuk kaum perempuan :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak :) mengharukan bgt kisah2nya

      Hapus
  2. Jadi single Fighter juga sering dicaci :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, kyk serba salah aja klu mw dengerin omongan orang. Baca buku ini, bener2 buat terenyuh sama perempuan yg single mom juga single fighter. Smga aja yg sering mencaci baca buku ini, biar tw rasanya gmna.

      Hapus
  3. Saat ayah saya meninggal 2 tahun yang lalu, otomatis ibu saya menjadi single mom. Dan saya pun menjadi saksi bagaimana seorang single mom dipaksa menghadapi problematika hidupnya seorang diri. Tidak mudah memang:")

    Salaam Mbak, saya member #1Minggu1Cerita :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal jg mba :) mksh udah ampir d blog sy :)

      bener bgt mba sprti yg di alami almarhum nenek sy, smga sja sllu ada hikmahnya :)

      Hapus
  4. Perjuangan-perjuangan perempuan memang selalu menakjubkan, seolah-olah perempuan selalu punya kekuatan cadangan. Thanks review nya yaa - Tatat (1minggu1cerita)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oalah jejakkatumbiri ternyata bang Tatat hihi, mksh kak udh snggah d blogku ini :)

      Hapus

Member of Stiletto Book Club

Komunitas Blogger Makassar

Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri

Member of Warung Blogger

Warung Blogger

Member of Blogger Perempuan

Member Hijab Blogger

Free "Care" Day

Free "Care" Day